PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBINA KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DALAM KELUARGA
Anak merupakan amanah Allah SWT yang harus dijaga dan dibina, hatinya yang suci adalah permata yang sangat mahal harganya. Jika dibiasakan pada kejahatan dan dibiarkan seperti dibiarkannya binatang, ia akan celaka dan binasa. Sedangkan memeliharanya adalah dengan upaya pendidikan dan mengajarinya akhlak yang baik. Oleh karena itu orang tualah yang memegang faktor kunci yang bisa menjadikan anak tumbuh dengan jiwa Islami sebagaimana sabda Rasulullah: Skripsi Pendidikan Agama
Artinya: “Telah menyampaikan kepada kami Adam, telah menyampaikan kepada kami Abi Zib’in dari Az-Zuhri dari Abi Salamah bin Abdirrahman dari Abu Hurairah R.A ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Setiap anak dilahirkan diatas fitrahnya maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nasrani atau Majusi”. (Hadis riwayat Bukhari) Skripsi Pendidikan Agama
Dari hadis ini dapat dipahami, begitu pentingnya peran orang tua dalam membentuk kepribadian anak dimasa yang akan datang. Dalam Al-Qur’an al- Karim surat Luqman ayat 16: Bukhari, Shahih Bukhari, (Beirut : Dar Ahya al-Turarts al-Arabiy, tt), h.125
Artinya: (Luqman berkata) ”Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya) sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (Luqman : 16) Skripsi Pendidikan Agama
Orang tua hendaknya memperhatikan anak dari segi Muraqabah Allah SWT yakni dengan menjadikan anak merasa bahwa Allah selamanya mendengar bisikan dan pembicaraannya, melihat setiap gerak-geriknya serta mengetahui apa yang dirahasiakan dan disembunyikan. Terutama masalah kecerdasan spiritual anak (SQ). SQ merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia. Skripsi Pendidikan Agama
Pada saat ini kita telah mengenal adanya tiga kecerdasan. Ketiga kecerdasan itu adalah kecerdasan otak (IQ), kecerdasan hati (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Kecerdasan-kecerdasan tersebut memiliki fungsi masing-masing yang kita butuhkan dalam hidup di dunia ini. Skripsi Pendidikan Agama
Dalam rangka mencapai pendidikan, Islam mengupayakan pembinaan seluruh potensi manusia secara serasi dan seimbang dengan terbinanya seluruh potensi manusia secara sempurna diharapkan ia dapat melaksanakan fungsi pengabdiannya sebagai khalifah di muka bumi. Untuk dapat melaksanakan pengabdian tersebut harus dibina seluruh potensi yang dimilikiDepartemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, edisi Khat Madinah. (Bandung : Syamil Cipta Media, 2005) hal. 412. Skripsi Pendidikan Agama
yaitu potensi spiritual, kecerdasan, perasaan dan kepekaan. Potensi-potensi itu sesungguhnya merupakan kekayaan dalam diri manusia yang amat berharga. Skripsi Pendidikan Agama
Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah menuju manusia yang seutuhnya (hanif) dan memiliki pola pemikiran tauhid (integralistik), serta berprinsip “hanya karena Allah”. Skripsi Pendidikan Agama
Adapun ketiadaan kecerdasan ruh akan mengakibatkan hilangnya ketenangan bathin dan pada akhirnya akan mengakibatkan hilangnya kebahagiaan pada diri orang tersebut. Besarnya kecerdasan ruh lebih besar dari pada kecerdasan hati dan kecerdasan otak atau kecerdasan ruh cendrung meliputi kecerdasan hati dan kecerdasan otak.Skripsi Pendidikan Agama
Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan jiwa. Ia dapat membantu manusia menyembuhkan dan membangun dirinya secara utuh. Kecerdasan spiritual ini berada di bagian diri yang paling dalam yang berhubungan langsung dengan kearifan dan kesadaran yang dengannya manusia tidak hanya mengakui nilai-nilai yang ada tetapi manusia secara kreatif menemukan nilai-nilai yang baru. Skripsi Pendidikan Agama
Setiap manusia pada prinsipnya membutuhkan kekuatan spiritual ini,karena kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mempertahankan/ mengembangkan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama serta kebutuhan Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam. (Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1997) cet ke-1, h. 51 Ary Ginanjar Agustian,Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ (Jakarta:Penerbit Arga 2001) cet ke-1, h. 57 Dedhi Suharto, Ak, Qur’anis Quotient, (Jakarta : Yayasan Ukhuwah, 2003) cet ke-1 h. 53 Skripsi Pendidikan Agama
untuk mendapatkan pengampunan mencintai, menjalin hubungan dan penuh rasa percaya dengan sang penciptanya.Skripsi Pendidikan Agama
Kecerdasan spiritual ini sangat penting dalam kehidupan manusia, karena ia akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk membedakan yang baik dengan yang buruk, memberi manusia rasa moral dan memberi manusia kemampuan untuk menyesuaikan dirinya dengan aturan-aturan yang baru. Skripsi Pendidikan Agama
Peranan orang tua sangat berpengaruh sekali dalam mendidik anak-anaknya terutama sekali di dalam pendidikan agama Islam. Anak merupakan bahagian dari masyarakat yang dipundaknya terpikul beban pembangunan dimasa mendatang, dan juga sebagai generasi penerus dari yang tua-tua, maka dari itu orang tua harus lebih memperhatikan dan selalu membimbing dan mendidik dengan baik, sehingga tercapailah baginya kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Skripsi Pendidikan Agama
Untuk mengantisipasi hal ini, maka Allah mengingatkan kepada orang tua agar mempertahankan keturunannya.Skripsi Pendidikan Agama
Artinya:Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah. (Qs. An-Nisa : 9) Departemen Agama RI, Op. Cit., h. 78. Skripsi Pendidikan Agama
Ayat di atas mengisyaratkan kepada orang tua agar tidak meninggalkan anak mereka dalam keadaan lemah. Lemah disini maksudnya adalah lemah dalam segala aspek kehidupan seperti lemah mental, psikis, pendidikan, ekonomi terutama lemah iman (spiritual). Anak yang lemah iman akan menjadi generasi tanpa kepribadian. Jadi semua orang tua harus memperhatikan semua aspek perkembangan anaknya baik itu dari segi perhatian, kasih sayang, pendidikan mental, maupun masalah aqidah atau keimanannya. Maka bertaqwalah kepada Allah para orang tua, berlaku lemah-lembutlah kepada anak, karena dengan berperilaku lemah-lembut sangat membantu dalam menanamkan kecerdasan spiritual pada anak sebab anak itu besarnya nanti ditentukan bagaimana cara-cara orang tua memdidik dan membesarkannya. Skripsi Pendidikan Agama
Dalam Al-Qur’an al-Karim surat An-Nahl ayat 78 yang berbunyi:
Artinya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. Skripsi Pendidikan Agama
Untuk memperkuat pribadi, meneguhkan hubungan, memperdalam rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan perlindungan yang selalu kita terima, maka dirikanlah shalat, karena dengan shalat kita melatih lidah, hati, dan Ibid, h. 275 seluruh anggota badan untuk selalu ingat kepada Allah. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.Skripsi Pendidikan Agama
Beranjak dari apa yang penulis paparkan di atas dapat dipahami bahwa upaya membina kecerdasan spiritual anak perlu mendapat perhatian yang serius dari para orang tua, yang berdasarkan kepada Al Qur’an dan Hadis. Skripsi Pendidikan Agama
Berdasarkan hal tersebut mendorong penulis untuk membahasnya dengan judul “PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBINA KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DALAM KELUARGA”. Skripsi Pendidikan Agama
Rumusan dan Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah penulis kemukakan di atas, maka yang menjadi masalah pokok dalam skripsi ini adalah : “Bagaimana peranan orang tua dalam membina kecerdasan spiritual anak dalam keluarga”. Agar penulisan skripsi ini tidak menyimpang dari pokok masalah tersebut, penulis batasi masalah dalam beberapa hal yaitu:
1 Pengertian kecerdasan spiritual. Skripsi Pendidikan Agama
2 Faktor yang mempengaruhi pembinaan kecerdasan spiritual.
3 Langkah-langkah pembinaan kecerdasan spiritual
4 Bagaimana membina kecerdasan spiritual kepada anak dalam keluarga. Skripsi Pendidikan Agama
Penjelasan Judul
Untuk menghindari kemungkinan terjadinya kesalah pahaman akan judul skripsi ini, maka penulis memberikan penjelasan sebagai berikut: Peranan : Bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan, fungsi utama. Skripsi Pendidikan Agama
Orang Tua : Orang tua yang sudah tua, Ibu Bapak, orang yang dianggap tua (cerdik pandai kampung) yang penulis maksud adalah “Ibu dan Bapak”. Skripsi Pendidikan Agama
Membina : Mengusahakan supaya lebih baik.Kecerdasan : Spiritual berkaitan dengan roh, semangat atau jiwa religiusSpiritual yang berhubungan dengan agama, keimanan, kesholehan, menyangkut nilai-nilai transcendentalyang bersifat mental sebagai lawan dari material, fisikal/jasmaniah. Jadi kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk meng-aktualisasikan nilai-nilai ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah menuju manusia seutuhnya dan memiliki pola pemikiran tauhid serta berprinsip hanya karena Allah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta : Balai Pustaka, 1990) h. 667. WJs. Poerwadarminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Purtaka, 1982) h. 688 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Op. cit. h. 109 Chaplin, Kamus Lengkap Psikologi (Jakarta : Rajawali, 1989), h. 480 Skripsi Pendidikan Agama
Anak : Turunan yang kedua, yang penulis maksud turunan yang dihasilkan oleh pasangan laki-laki dan perempuan yang diikat dalam lembaga perkawinan yang disebut suami-istri.Keluarga : (Kaum) sanak saudara, orang seisi rumah. Yang penulis maksud adalah rumah tangga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Skripsi Pendidikan Agama
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui kecerdasan spiritual anak serta cara pengembangan dalam keluarga menurut pendidikan Islam. Dari tujuan umum ini diperinci kepada beberapa tujuan khusus sebagai berikut:
1 Mengetahui apa hakikat spiritual?
2 Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pembinaan kecerdasan spiritual?
3 Mengetahui langkah-langkah pembinaan kecerdasan spiritual?
4 Mengetahui bagaimana membina kecerdasan spiritual anak dalam keluarga.
5 WJs. Poerwadarminta, Op. Cit, h. 38
6 Ibid, h. 471
Sedangkan kegunaan penelitian adalah:
1 Sebagai syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pada Fakultas Tarbiyah STAI-PIQ Sumatera Barat pada jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).
2 Sebagai pedoman bagi orang tua dalam membina kecerdasan spiritual kepada anak dalam keluarga sehingga para orang tua tahu hakikat spiritual, faktor yang menghambat kecerdasan spiritual, dan cara menanamkan kecerdasan spiritual kepada anak.
3 Untuk menambah wawasan penulis yang menekuni bidang Pendidikan Islam tentang psikologi . Skripsi Pendidikan Agama
4 Melengkapi literatur keilmuan dan perpustakaan. Skripsi Pendidikan Agama
Metode Penelitian Skripsi Pendidikan Agama
1 Pengumpulan data-data diperoleh melalui book survey kemudian dikelompokkan menurut jenisnya.
2 Pengolahan data-data yang diperoleh diolah dengan metode komperatif, deduktif dan indukatif. -Komperatif : membandingkan dari beberapa pendapat, gunanya untuk mancari kebenaran serta kesempurnaan dalam penulisan. -Deduktif : menarik kesimpulan dari keadaan yang bersifat umum kepada hal yang bersifat khusus. -Induktif : mempelajari sesuatu hal untuk menentukan hukum yang bersifat umum. Skripsi Pendidikan Agama
Sistematika Penulisan Skripsi Pendidikan Agama
Untuk membentuk jalan pikiran yang sistematis oleh karena penulis pada pembahasan skripsi ini terdiri dari bab-bab dan sub bab yaitu: BAB I : Pendahuluan yang berisikan latar belakang masalah, rumusan dan batasan masalah, penjelasan judul, tujuan dan kegunaan penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan. BAB II : Kecerdasan spiritual, pengertian kecerdasan spiritual, ciri-ciri kecerdasan spiritual, fungsi kecerdasan spiritual, pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ. BAB III : Pembinaan kecerdasan spiritual anak dalam keluarga, pentingnya membina kecerdasan spiritual dalam keluarga, faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan kecerdasan spiritual, langkah-langkah pembinaan kecerdasan spiritual, peranan orang tua dalam membina SQ anak dalam keluarga. BAB IV : Penutup, kesimpulan dan saran, daftar pustaka. Skripsi Pendidikan Agama
































